<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" >

<channel><title><![CDATA[www.gelarws.com - Home]]></title><link><![CDATA[https://www.gelarws.com/home]]></link><description><![CDATA[Home]]></description><pubDate>Tue, 04 Feb 2025 15:58:21 +0700</pubDate><generator>Weebly</generator><item><title><![CDATA[SELAMAT DATANG]]></title><link><![CDATA[https://www.gelarws.com/home/selamat-datang]]></link><comments><![CDATA[https://www.gelarws.com/home/selamat-datang#comments]]></comments><pubDate>Mon, 30 Jul 2012 17:00:00 GMT</pubDate><category><![CDATA[Uncategorized]]></category><guid isPermaLink="false">https://www.gelarws.com/home/selamat-datang</guid><description><![CDATA[ Beberapa waktu lalu saya sempat mendengar di radio tentang seorang Imam yang menganalogikan ilmu agama (Islam) dengan kelapa.&nbsp; Well, menurut saya analogi tersebut menarik dan bisa menggambarkan sesuatu yang luas dari benda yang buahnya hanya berdiameter sekitar 20 cm. Jadi ya ... pohan dan buah kelapa juga bermacam-macam, baik ukuran, warna, dll ... kenapa jadi ngomongin kelapa ya ... Baiklah kembali ke analogi tadi, secara kasar isinya adalah sebagai berikut :   Orang yang&nbsp;baru&nbsp; [...] ]]></description><content:encoded><![CDATA[<span class='imgPusher' style='float:left;height:0px'></span><span style='display: table;width:auto;position:relative;float:left;max-width:100%;;clear:left;margin-top:0px;*margin-top:0px'><a><img src="https://www.gelarws.com/uploads/8/2/2/3/82232340/published/coconut2.jpg?1521830355" style="margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 10px; border-width:0; max-width:100%" alt="Picture" class="galleryImageBorder wsite-image" /></a><span style="display: table-caption; caption-side: bottom; font-size: 90%; margin-top: -0px; margin-bottom: 0px; text-align: center;" class="wsite-caption"></span></span> <div class="paragraph" style="display:block;"><span style="color:rgb(0, 0, 0)">Beberapa waktu lalu saya sempat mendengar di radio tentang seorang Imam yang menganalogikan ilmu agama (Islam) dengan kelapa.&nbsp; <em>Well</em>, menurut saya analogi tersebut menarik dan bisa menggambarkan sesuatu yang luas dari benda yang buahnya hanya berdiameter sekitar 20 cm. Jadi ya ... pohan dan buah kelapa juga bermacam-macam, baik ukuran, warna, dll ... kenapa jadi ngomongin kelapa ya ... Baiklah kembali ke analogi tadi, secara kasar isinya adalah sebagai berikut :</span></div> <hr style="width:100%;clear:both;visibility:hidden;"></hr>  <div class="paragraph"><ul><li>Orang yang&nbsp;<strong>baru</strong>&nbsp;tahu sampai&nbsp;<strong>sebatas&nbsp;</strong>kulitnya saja (ilmu-ilmu dasarnya, dianalogikan SD lah) bisa mendapatkan manfaat seperti orang memanfaatkan kulit kelapa. Di Indonesia kulit / sabut kelapa digunakan untuk berbagai keperluan seperti membuat tali ataupun mencuci piring&nbsp;</li><li>Orang yang&nbsp;<strong>baru</strong>&nbsp;tahu sampai&nbsp;<strong>sebatas&nbsp;</strong>batoknya (dianalogikan SMP kali ya) bisa mendapatkan manfaat kulit dan batok kelapa itu. Manfaat kulit sudah disebutkan diatas, manfaat batok diantaranya untuk membuat arang (shaum ngomongin arang ... sudahlah :D ), ciduk air, sendok sup (tuh yah ngomongin makanan), dll.&#8203;</li><li>Orang yang&nbsp;<strong>baru</strong>&nbsp;tahu sampai&nbsp;<strong>sebatas</strong>&nbsp;daging buahnya (dianalogikan SMU lah) bisa mendapatkan manfaat kulit, batok, dan daging buah. Daging buah bisa dimakan langsung ataupun peras santannya untuk dipakai memasak atau bahkan membuat minyak (Pi-Ci-O meureun).</li><li><font>Orang yang&nbsp;</font><strong>baru</strong><font>&nbsp;tahu sampai&nbsp;</font><strong>sebatas</strong><font>&nbsp;airnya (dianalogikan sarjana we lah) bisa mendapatkan manfaat kulit, batok, daging buah, dan air kelapa. Manfaat air kelapa sudah banyak diiklankan yah ...</font></li><li><font>Semakin dalam ilmunya maka manfaat yang didapatkan akan semakin banyak, karenanya saya mempertebal kata baru sebatas dan belum menganalogikan dengan master, spesialis, doktor, dll karena ilmu Allah mah tidak terbatas.</font>&nbsp;<font>Selain itu kata baru ditekankan karena kewajiban manusia adalah untuk belajar terus menerus :)</font></li></ul><font>Demikianlah situs ini ditulis untuk menampung pelajaran hidup atau apapun yang mungkin saya pelajari dalam hidup agar tidak terlupa dan agar ada yang mengoreksinya, yah namanya juga manusia :)&nbsp;</font></div>]]></content:encoded></item></channel></rss>